News Fef, Tambrauw – Dua kapal perang milik TNI Angkatan Laut (AL), KRI Teluk Wondama dan KRI Panah, singgah di Pelabuhan Manokwari dalam rangka Operasi Trisila 2025, Kamis (10/7/2025). Kehadiran armada laut ini disambut antusias oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, bersama jajaran Forkopimda menyambut langsung kedatangan kapal-kapal tersebut. Ia menyebut momen ini sangat berharga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Ini kesempatan langka untuk masyarakat mengenal dunia kemaritiman dan TNI AL secara langsung. Anak-anak muda bisa termotivasi bercita-cita menjadi prajurit TNI AL,” ujar Mugiyono.
Baca Juga : Imigrasi Manokwari Terbitkan 852 Paspor Selama Semester I 2025
Masyarakat Manokwari diberi kesempatan mengunjungi dua kapal perang tersebut pada 11–12 Juli 2025, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIT. Pemerintah berharap kehadiran kapal ini dapat menumbuhkan semangat bela negara dan cinta maritim.
Operasi Trisila, Pelayaran Strategis TNI AL
Wakil Komandan Satgas Operasi Trisila, Kolonel Laut Yohanes Upang Irawadi, menjelaskan bahwa Operasi Trisila merupakan pelayaran rutin TNI AL untuk pengamanan laut nasional. Kegiatan ini melibatkan:
-
KRI Teluk Wondama sebagai kapal markas
-
KRI Panah dari satuan kapal cepat
-
Pesawat CN-325 (berada di Ambon)
-
19 personel Marinir yang ikut serta
-
Latihan pendaratan telah dilaksanakan di Pulau Morotai
“Kami ingin menunjukkan bahwa laut tidak hanya dijaga secara militer, tapi juga perlu dirawat bersama masyarakat,” tegas Kolonel Yohanes.
Manokwari menjadi persinggahan terakhir sebelum armada kembali ke pangkalan Koarmada III di Sorong. Operasi berlangsung selama 37 hari, menjangkau wilayah-wilayah di Indonesia Timur.
TNI AL Gelar Aksi Sosial di Manokwari
Selama di Manokwari, TNI AL juga melaksanakan aksi sosial seperti:
-
Pembersihan sampah di Pulau Lemon
-
Peninjauan fasilitas perbaikan Lantamal
-
Edukasi maritim kepada masyarakat
Diketahui, KRI Teluk Wondama membawa 95 personel dari kapasitas 115 orang, sedangkan KRI Panah mengangkut 59 personel.
“Operasi ini bukan hanya latihan, tapi juga upaya mempererat sinergi TNI AL dengan masyarakat,” pungkas Yohanes.
















