Tambrauw, Papua Barat Daya – Pemerintah Kabupaten Tambrauw menegaskan komitmennya untuk mengembangkan sektor pariwisata berbasis alam tanpa mengabaikan aspek konservasi lingkungan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan di wilayah yang dikenal sebagai “Kabupaten Konservasi”.
Bupati Tambrauw, Gabriel Asem, menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya difokuskan pada potensi pantai dan hutan tropis, tetapi juga budaya lokal masyarakat adat. Ia menekankan bahwa keseimbangan antara ekowisata dan pelestarian alam menjadi kunci utama untuk menarik wisatawan tanpa merusak keanekaragaman hayati.
Tambrauw memiliki kekayaan alam luar biasa dengan hutan hujan tropis, habitat burung cenderawasih, dan ekosistem pesisir yang masih alami. Pemerintah daerah bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memperluas kawasan lindung sekaligus membuka akses wisata edukatif.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Tambrauw, program “Desa Wisata Alam” telah berjalan di beberapa distrik, termasuk Sausapor dan Kebar. Program ini mendorong masyarakat lokal untuk terlibat langsung dalam kegiatan wisata, mulai dari pemandu alam hingga pengelolaan homestay ramah lingkungan.
Selain itu, Tambrauw juga menjadi wilayah penting bagi penelitian ilmiah. Beberapa universitas dalam dan luar negeri telah melakukan ekspedisi di kawasan pegunungan Tambrauw untuk mempelajari spesies endemik. Pemerintah daerah berharap inisiatif ini dapat meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya konservasi di wilayah timur Indonesia.
Baca juga: Papua Barat Daya | Ekowisata | Konservasi Alam
Laporan dari: MEDIA TAMBRAUW | INFO WOHA | NEWS WATANG SAWITO
Kategori: Berita Daerah , Lingkungan , Pariwisata




