Tambrauw — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memberikan klarifikasi resmi terkait peristiwa ledakan yang terjadi di area Pelabuhan Sorong, Papua Barat Daya. Insiden yang sempat menimbulkan kepanikan warga itu dikonfirmasi sebagai akibat dari reaksi bahan kimia pada kontainer logistik, bukan karena aksi sabotase seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Julius Widjojono, menjelaskan bahwa tim investigasi gabungan telah diturunkan untuk menelusuri sumber ledakan. “Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada indikasi bahan peledak militer. Ledakan berasal dari reaksi spontan bahan pembersih logam yang tidak disimpan sesuai prosedur,” ujarnya, Jumat (8/11).
Selain itu, pihak pelabuhan bersama Polri dan BNPB telah mengevakuasi area sekitar untuk memastikan keselamatan warga dan pekerja. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun beberapa pekerja mengalami luka ringan akibat pecahan kaca.
Baca juga: TNI AL Memberikan Pernyataan Resmi Terkait Ledakan
Menanggapi kejadian itu, Panglima Komando Armada III Laksamana Muda Agus Hariadi menegaskan bahwa seluruh fasilitas pelabuhan kini dalam kondisi aman dan beroperasi normal kembali. “Kami pastikan tidak ada kerusakan signifikan pada infrastruktur pelabuhan. Aktivitas bongkar muat sudah kembali berjalan dengan pengawasan ketat,” katanya.
Sementara itu, pemerintah daerah Tambrauw turut memberikan dukungan terhadap upaya pengamanan dan sosialisasi keselamatan bahan berbahaya di pelabuhan-pelabuhan setempat. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai kabar tidak resmi yang beredar di media sosial, karena hal tersebut dapat menimbulkan kepanikan tanpa dasar.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak terkait tentang pentingnya pengawasan logistik dan penerapan standar keselamatan di area pelabuhan. Dengan langkah cepat dan transparan yang diambil TNI AL, kepercayaan publik terhadap institusi militer Indonesia di wilayah Papua diharapkan tetap terjaga.
Kategori: Nasional, Keamanan, Papua Barat Daya, TNI AL, Tambrauw, Indonesia




