Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Telkomsel Telkomsel Telkomsel Telkomsel

Treaty of Turkmenchay (1828) Awal Perubahan Besar di Wilayah Kaukasus dan Akhir Dominasi Persia di Azerbaijan

cek disini

Tambrauw – Treaty of Turkmenchay atau merupakan salah satu kesepakatan paling bersejarah dalam geopolitik Asia Barat abad ke-19. Ditandatangani pada 21 Februari 1828, perjanjian ini menjadi penanda berakhirnya perang antara Kekaisaran Rusia dan Kekaisaran Persia (Iran), sekaligus mengubah peta politik kawasan Kaukasus Selatan secara permanen.

Treaty of Turkmenchay Lewat perjanjian ini, Persia secara resmi kehilangan wilayah utara Azerbaijan, Armenia Timur, dan Nakhchivan kepada Rusia. Kejadian ini bukan sekadar kekalahan militer, tetapi juga menjadi titik balik besar yang mengubah keseimbangan kekuasaan antara Rusia dan Persia di kawasan Eurasia.

Treaty of Turkmenchay Latar Belakang: Persaingan Rusia dan Persia

Treaty of Turkmenchay
Treaty of Turkmenchay

Baca Juga :  Jadwal Nonton Timnas Indonesia U-17 Vs Honduras Malam Ini

Sejak akhir abad ke-18 Kaukasus menjadi wilayah rebutan antara dua kekuatan besar: Kekaisaran Rusia, yang terus memperluas wilayahnya ke selatan, dan Kekaisaran Persia Qajar, yang berusaha mempertahankan pengaruhnya di wilayah yang kini mencakup Georgia, Armenia, dan Azerbaijan.

Setelah kekalahan Persia dalam Perang Rusia–Persia pertama (1804–1813), ditandatangani Perjanjian Gulistan yang sudah membuat Persia kehilangan banyak wilayah. Namun, ambisi untuk merebut kembali tanah-tanah yang hilang membuat Persia kembali berperang dengan Rusia pada tahun 1826 di bawah Raja Fath Ali Shah Qajar dan putranya, Abbas Mirza.

Awalnya, pasukan Persia sempat meraih kemenangan kecil. Namun, serangan balik Rusia di bawah pimpinan Jenderal Ivan Paskevich menghancurkan pertahanan Persia. Dalam waktu singkat, Rusia berhasil merebut kota-kota penting seperti Yerevan, Nakhchivan, dan Tabriz.

Kekalahan besar ini memaksa Persia mencari perdamaian, dan kedua pihak pun menyepakati perundingan di sebuah desa kecil bernama Turkmenchay, yang kini terletak di Iran bagian barat laut.

Isi dan Ketentuan Perjanjian

Perjanjian Turkmenchay terdiri atas 16 pasal utama, yang sebagian besar menguntungkan pihak Rusia. Berikut beberapa ketentuan pentingnya:

  1. Penyerahan Wilayah kepada Rusia
    Persia harus menyerahkan Erivan Khanate (kini Armenia Tengah), Nakhchivan Khanate, dan seluruh wilayah di utara Sungai Aras kepada Rusia.
    Wilayah-wilayah ini kemudian menjadi bagian dari Kekaisaran Rusia, yang kini mencakup sebagian besar Azerbaijan modern.

  2. Batas Wilayah Baru
    Sungai Aras dijadikan perbatasan resmi antara Rusia dan Persia, yang masih berlaku hingga sekarang antara Iran dan Azerbaijan.

  3. Kompensasi Perang
    Persia diwajibkan membayar 20 juta rubel perak sebagai ganti rugi perang — jumlah yang sangat besar pada masa itu.

  4. Hak Istimewa untuk Rusia
    Warga dan pedagang Rusia diberi hak istimewa di seluruh wilayah Persia, termasuk kebebasan berdagang dan perlindungan hukum khusus.

  5. Kembalinya Tawanan Perang
    Kedua pihak sepakat untuk saling mengembalikan tawanan perang, termasuk banyak warga Armenia yang sebelumnya dibawa ke Persia.

  6. Kebebasan untuk Penduduk Armenia
    Rusia mengizinkan pemukiman kembali ribuan orang Armenia dari wilayah Persia dan Kekaisaran Ottoman ke tanah-tanah yang baru dikuasainya. Langkah ini menjadi awal pembentukan populasi Armenia modern di Transkaukasia.

Dampak Politik dan Sosial

Perjanjian Turkmenchay memiliki dampak besar dan panjang, tidak hanya bagi Persia, tetapi juga bagi seluruh kawasan Kaukasus:

  1. Kehilangan Besar bagi Persia
    Kekalahan ini menghancurkan wibawa Dinasti Qajar dan memperdalam krisis internal Persia. Negara itu kehilangan lebih dari 200.000 kilometer persegi wilayah, termasuk sumber daya dan kota penting.

  2. Kebangkitan Pengaruh Rusia
    Rusia memperkuat cengkeramannya di Kaukasus Selatan dan menjadikannya basis strategis untuk ekspansi lebih jauh ke Timur Tengah dan Asia Tengah.

  3. Pembentukan Identitas Nasional Baru
    Bagi masyarakat di wilayah yang kini menjadi Azerbaijan dan Armenia, perjanjian ini menjadi awal dari perubahan identitas politik. Wilayah utara Aras berkembang di bawah pengaruh Rusia, sementara wilayah selatan tetap di bawah Persia (Iran). Perbedaan ini terus memengaruhi identitas budaya dan politik kedua bangsa hingga kini.

  4. Perpindahan Penduduk
    Migrasi besar-besaran penduduk Armenia dari Persia ke wilayah yang kini menjadi Armenia modern mengubah komposisi etnis di Kaukasus Selatan. Hal ini kelak menjadi salah satu faktor penting dalam konflik etnis dan teritorial di abad ke-20.

Reaksi di Persia

Di Persia, kabar kekalahan dan isi perjanjian ini menimbulkan kemarahan besar di kalangan rakyat. Banyak bangsawan dan ulama menuduh pemerintah Qajar gagal mempertahankan kehormatan bangsa. Bahkan, duta besar Rusia di Teheran, Alexander Griboyedov, dibunuh oleh massa yang marah pada tahun 1829, hanya setahun setelah perjanjian ditandatangani.

Peristiwa itu semakin memperburuk hubungan Persia–Rusia untuk beberapa tahun, meski akhirnya hubungan diplomatik kembali dijalin.

Dampak Jangka Panjang di Kawasan

Perjanjian Turkmenchay tidak hanya menandai kekalahan Persia, tetapi juga menetapkan batas politik yang masih relevan hingga sekarang. Sungai Aras menjadi garis pemisah antara Azerbaijan yang kini merdeka dan wilayah Azerbaijan Iran di selatan.

Selain itu, perjanjian ini juga menjadi salah satu simbol awal imperialisme modern Rusia di Asia Barat. Dari Kaukasus, Rusia kemudian melanjutkan ekspansi ke Asia Tengah dan Persia bagian utara, membentuk “sabuk kekuasaan” yang dikenal dalam sejarah sebagai bagian dari Great Game — perebutan pengaruh antara Rusia dan Inggris di Asia pada abad ke-19.

Kesimpulan

Perjanjian Turkmenchay (1828) adalah tonggak sejarah penting yang mengubah wajah politik dan etnis di kawasan Kaukasus. Di satu sisi, perjanjian ini memperkuat dominasi Rusia sebagai kekuatan besar di wilayah tersebut; di sisi lain, menjadi luka sejarah yang mendalam bagi bangsa Persia.

Bagi Azerbaijan dan Armenia, perjanjian ini menjadi titik awal terbentuknya batas-batas negara modern mereka saat ini. Sementara bagi Iran, perjanjian Turkmenchay masih dikenang sebagai salah satu momen paling pahit dalam sejarah nasional — simbol kehilangan wilayah, kehormatan, dan kekuasaan di panggung regional.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *