Mobil Patroli Brimob Ditembak OTK di Tambrauw, Papua Barat Daya
Kronologi Penembakan
TAMBRAUW – Mobil yang membawa regu personel Brimob ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) saat melakukan patroli di Kampung Bamusbama, Papua Barat Daya, Sabtu (30/11/2024) sekitar pukul 10.00 WIT. Insiden tersebut menimbulkan kepanikan singkat, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Kapolres Tambrauw, AKBP Aries Dwi Cahyanto, menjelaskan bahwa pelaku melepaskan beberapa tembakan ke arah mobil patroli. Peluru hanya mengenai bagian bak kendaraan dan tidak mengenai anggota Brimob.
baca juga : Kasus santri tewas di pondok pesantren kediri
“Tidak ada korban dari anggota. Memang ada bekas tembakan di mobil, tapi situasi berhasil terkendali,” kata Aries.
Tindakan Aparat di Lokasi
Setelah insiden, aparat gabungan langsung melakukan penyisiran di sekitar Kampung Bamusbama. Langkah ini bertujuan untuk memastikan keamanan warga sekaligus melacak keberadaan pelaku penembakan. Hingga saat ini, polisi belum merinci identitas maupun motif pelaku.

Aries menegaskan, kondisi keamanan di Tambrauw sudah kembali normal. “Kami pastikan situasi aman. Patroli gabungan tetap berjalan untuk mencegah gangguan serupa,” ujarnya.
Peningkatan Kewaspadaan
Meskipun tidak menimbulkan korban, peristiwa ini menjadi pengingat bagi aparat untuk terus meningkatkan kewaspadaan di daerah rawan konflik. Polres Tambrauw bersama Brimob berkomitmen melaksanakan patroli intensif dan operasi keamanan terpadu.
baca juga : Dirut Krakatau Steel Buka-bukaan Soal Aturan Baru TKDN & Efeknya
Tujuannya agar stabilitas tetap terjaga dan masyarakat merasa terlindungi dari potensi ancaman. Aparat juga mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan.
Kondisi Papua Barat Daya
Wilayah Papua Barat Daya, termasuk Kabupaten Tambrauw, kerap menjadi sorotan karena potensi gangguan keamanan dari kelompok bersenjata. Oleh karena itu, aparat menempatkan patroli rutin sebagai langkah preventif.
Kejadian di Bamusbama semakin menegaskan pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat untuk menjaga ketertiban. Pemerintah daerah juga diharapkan berperan aktif dalam menguatkan pendekatan sosial agar konflik serupa tidak terus berulang.
















