Tambrauw – NASA Logis soal Baru-baru ini, sebuah pernyataan yang beredar luas di media sosial membuat masyarakat heboh: “NASA menyatakan bahwa Matahari akan terbit dari barat.”
Pernyataan tersebut memicu beragam reaksi, mulai dari ketakutan, kebingungan, hingga rasa ingin tahu masyarakat mengenai kebenarannya.
Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, diketahui bahwa pernyataan tersebut tidak sepenuhnya seperti yang dipahami oleh publik secara harfiah.

Baca Juga : Cara Bedakan Es Batu Air Mentah dan Air Matang
NASA sebagai lembaga antariksa Amerika Serikat, memang kerap merilis informasi ilmiah terkait fenomena astronomi, namun selalu berdasarkan data dan penjelasan logis.
Dalam penjelasan yang lebih rinci, konsep ini mengacu pada pembalikan arah rotasi bumi, sebuah fenomena yang secara teori mungkin terjadi, namun butuh waktu jutaan tahun dan kondisi tertentu.
Rotasi bumi saat ini berlangsung dari barat ke timur, sehingga menyebabkan matahari tampak terbit dari timur setiap pagi.
Jika rotasi bumi berbalik arah—yakni dari timur ke barat—maka secara visual, matahari akan tampak terbit dari arah barat.
NASA sendiri tidak pernah menyatakan bahwa hal ini akan terjadi dalam waktu dekat atau dalam masa hidup manusia sekarang.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa perubahan rotasi bumi bisa terjadi akibat tabrakan besar dengan objek luar angkasa atau perubahan ekstrem pada inti bumi.
Sejauh ini, tidak ada indikasi atau bukti ilmiah bahwa rotasi bumi sedang melambat ke arah pembalikan rotasi.
Namun, sebagai bagian dari penelitian jangka panjang, para ilmuwan tetap mempelajari semua kemungkinan yang dapat terjadi dalam evolusi planet bumi.
Salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan perubahan rotasi adalah interaksi gravitasi dengan bulan, namun efeknya sangat kecil dan bersifat jangka panjang.
Di sisi lain, perubahan arah rotasi planet pernah diamati dalam simulasi dan model komputer terhadap planet lain, seperti Venus.
Venus diketahui memiliki rotasi yang sangat lambat dan berlawanan arah dengan sebagian besar planet lainnya di tata surya.
Menanggapi kabar viral tersebut, NASA mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi mereka.
Mereka menyarankan agar masyarakat lebih kritis dalam menyaring berita, khususnya yang berkaitan dengan sains dan astronomi.
Banyak sekali informasi yang dipelintir atau ditarik ke ranah mistik dan sensasional untuk menarik perhatian publik.
Beberapa pihak bahkan mengaitkan kabar ini dengan tanda-tanda kiamat atau nubuat agama, yang tidak memiliki dasar ilmiah.
















