Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Kakek 75 Tahun Bentangkan Ular Agar Pemotor Tak Jajah Trotoar

cek disini

Tambrauw – Kakek 75 Tahun Siapa sangka, di tengah hiruk-pikuk kota dan kebiasaan pemotor yang sering menyerobot trotoar, justru seorang kakek berusia 75 tahun tampil sebagai penjaga jalan — dengan seekor ular di tangannya.

Bukan orasi. Bukan adu mulut. Tapi aksi diam-diam yang sederhana tapi bikin jera: membentangkan seekor ular hidup di ujung trotoar agar pemotor ogah lewat jalur pejalan kaki.

“Saya nggak marah, saya juga nggak melarang. Tapi kalau ada yang takut ular, ya silakan balik ke jalan aspal,” ujar si kakek, yang akrab disapa Mbah Rono, dengan senyum tipis.

Trotoar yang Tak Lagi Aman

Kakek 75 Tahun
Kakek 75 Tahun

Baca Juga : Kisah Pasutri Penjual Sayur Tagih Utang Malah Dituntut 9 Bulan

Kisah ini terjadi di kawasan Sagan, Yogyakarta, daerah yang cukup padat dan sering dipenuhi kendaraan di jam sibuk. Trotoar yang semestinya jadi tempat aman untuk pejalan kaki, malah sering berubah jadi jalur alternatif bagi pemotor yang tak sabaran.

Mbah Rono, yang tinggal tak jauh dari lokasi itu, mengaku sudah lama resah. Sebagai warga senior yang hobi jalan pagi, ia sering nyaris tertabrak motor yang ngebut di trotoar.

“Mau ngomel juga percuma. Tapi saya ingat, orang sekarang lebih takut ular daripada hukum,” katanya sambil terkekeh.

 Ular Sawah Jadi “Satpam Trotoar”

Ular yang dibentangkan bukan ular berbisa, melainkan jenis ular sawah jinak, peliharaan lama Mbah Rono yang diberi nama “Si Gondes”. Ia membentangkannya di titik-titik yang sering dilewati motor — biasanya pagi dan sore hari.

Dan hasilnya? Efektif.

Pemotor yang biasanya cuek langsung berbalik arah atau kembali ke jalan raya. Bahkan beberapa terlihat panik dan menjauh sebelum sempat masuk trotoar.

“Saya cuma bentangkan, nggak ngejar-ngejar. Ular juga diam saja. Tapi ya gitu, banyak yang langsung ciut,” ujarnya santai.

Viral, Tapi Mengandung Pesan Serius

Aksi Mbah Rono tak butuh waktu lama untuk viral. Beberapa pejalan kaki dan mahasiswa yang lewat memotret dan mengunggahnya ke media sosial. Banyak yang terhibur, tapi juga tertampar secara moral.

Komentar netizen pun beragam:

“Hormati pejalan kaki. Masa harus tunggu dibentengin ular dulu?”
“Salut, Mbah. Lebih berani dari petugas Dishub.”
“Ular bisa jinak, pemotor liar justru makin ganas.”

Bukan Gimik, Tapi Bentuk Protes

Mbah Rono menegaskan, apa yang ia lakukan bukan sekadar sensasi. Tapi bentuk protes damai dan simbolik atas hilangnya kesopanan di ruang publik.

“Kalau kita diam terus, yang benar lama-lama dianggap aneh. Ini cara saya mengingatkan: trotoar itu bukan jalur shortcut motor.”

Pihak kelurahan dan RT setempat juga mengapresiasi aksi unik ini. Bahkan, beberapa warga sudah mulai menempelkan spanduk kecil bertuliskan “Trotoar Bukan Jalur Motor” di sepanjang jalan tersebut.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *