Tambrauw – Kemenkes kirim 35 nakes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kali ini, Kemenkes mengirim sebanyak 35 tenaga kesehatan (nakes) ke Provinsi Papua Barat Daya.
Pengiriman ini bertujuan untuk memperkuat layanan kesehatan dasar yang masih terbatas di wilayah tersebut.
Para tenaga kesehatan ini terdiri dari dokter, bidan, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing.
Mereka akan ditempatkan di beberapa puskesmas dan fasilitas kesehatan primer di berbagai kabupaten dan distrik.
Dalam acara pelepasan resmi di Jakarta, perwakilan Kemenkes menyampaikan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari program Nusantara Sehat.

Baca Juga : Aparat Pastikan Situasi Distrik Bamusbama Tambrauw Aman
Program tersebut dirancang untuk mengatasi ketimpangan distribusi tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.
Provinsi Papua Barat Daya menjadi salah satu wilayah prioritas karena masih mengalami kekurangan nakes, terutama di daerah pedalaman.
Banyak puskesmas yang selama ini hanya memiliki satu atau dua tenaga kesehatan, bahkan ada yang tidak memiliki dokter sama sekali.
Dengan kehadiran 35 nakes baru, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan bisa lebih merata dan berkualitas.
Para nakes yang dikirim telah melewati seleksi ketat serta pelatihan khusus untuk penugasan di wilayah 3T.
Mereka dibekali dengan pemahaman mengenai kondisi geografis, sosial-budaya, serta pendekatan komunikasi masyarakat adat.
Kemenkes menekankan pentingnya empati dan komitmen sosial bagi para nakes yang akan bertugas di daerah terpencil.
Selain itu, mereka juga diberikan pelatihan tanggap darurat dan penanganan penyakit endemik lokal.
Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan mengatakan bahwa penugasan ini adalah bentuk pengabdian nyata kepada bangsa.
Ia berharap para tenaga kesehatan dapat menjadi ujung tombak transformasi layanan kesehatan di Papua Barat Daya.
Penempatan dilakukan secara proporsional berdasarkan kebutuhan dan hasil pemetaan kondisi fasilitas kesehatan setempat.
Kabupaten Sorong, Raja Ampat, dan Maybrat termasuk dalam daerah yang menerima distribusi nakes terbanyak.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah medan yang sulit, cuaca ekstrem, dan terbatasnya fasilitas pendukung.
Meski demikian, para nakes menyatakan siap bertugas dan berkontribusi bagi masyarakat.
Seorang perawat asal Jawa Timur mengatakan bahwa ia telah lama ingin mengabdi di wilayah timur Indonesia.
















