Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Objek Aneh Terdeteksi di antara Saturnus dan Uranus, Punya Cincin Raksasa

cek disini

Tambrauw – Objek Aneh Terdeteksi Penemuan luar biasa kembali datang dari jagat raya. Sebuah objek misterius di antara orbit Saturnus dan Uranus baru-baru ini terdeteksi oleh teleskop luar angkasa milik NASA dan ESA. Objek tersebut bukan planet, bukan juga asteroid biasa — melainkan benda langit aneh yang memiliki sistem cincin raksasa, bahkan disebut lebih besar dari cincin Saturnus yang selama ini dikenal paling spektakuler di tata surya.


Penemuan Tak Terduga dari Data Observasi

Penemuan ini bermula dari hasil pengamatan gabungan antara James Webb Space Telescope (JWST) dan Atacama Large Millimeter Array (ALMA) di Chile. Dalam pengamatan terhadap sabuk Kuiper dan wilayah luar tata surya, ilmuwan menemukan anomali gravitasi yang tidak cocok dengan peta benda langit yang sudah dikenal.

Objek Aneh Terdeteksi
Objek Aneh Terdeteksi

Baca Juga : 2 Komisioner KPU Majalengka Disanksi Peringatan Keras oleh DKPP

Ketika data diperiksa lebih dalam, tampak ada objek berdiameter sekitar 400 kilometer dengan cincin lebar mencapai 1.200 kilometer — ukuran yang mengejutkan karena hampir tiga kali lebar cincin utama Saturnus.

“Kami awalnya mengira itu kesalahan data, tapi setelah observasi berulang, objek itu benar-benar ada. Ini sesuatu yang belum pernah kami lihat sebelumnya,” ujar Dr. Alicia Moreno, astronom senior dari ESA, dikutip dari laporan riset yang baru dirilis pada 25 Oktober 2025.


Diberi Nama Sementara: Object 2025-QX9

Para ilmuwan memberi nama sementara Object 2025-QX9 pada benda misterius tersebut. Letaknya berada di antara orbit Saturnus dan Uranus, sekitar 2,3 miliar kilometer dari Matahari.

Yang membuatnya unik bukan hanya cincin raksasanya, tapi juga komposisi gas dan debu yang mengelilinginya.
Analisis awal menunjukkan bahwa cincin QX9 mengandung partikel es bercampur senyawa organik kompleks, mirip dengan komponen yang ditemukan di komet — menandakan bahwa objek ini mungkin berasal dari sisa pembentukan awal tata surya.

“Cincinnya sangat reflektif terhadap cahaya matahari, tapi bagian intinya tampak gelap dan padat. Kombinasi ini membuatnya tampak seperti hibrida antara asteroid, komet, dan planet mini,” jelas Dr. Moreno.


Lebih Tua dari Saturnus?

Salah satu temuan paling mengejutkan adalah dugaan bahwa Object QX9 mungkin lebih tua daripada Saturnus sendiri.
Analisis isotop pada partikel debu yang terdeteksi menunjukkan usia sekitar 4,7 miliar tahun, sedikit lebih tua dari pembentukan planet gas raksasa di tata surya.

“Jika hasil ini akurat, berarti kita sedang melihat sisa primordial dari masa awal tata surya. QX9 bisa jadi saksi sejarah bagaimana planet-planet besar terbentuk,” kata Prof. Junpei Takahara dari National Astronomical Observatory of Japan.


 Bukan Planet, Tapi Juga Bukan Asteroid

Klasifikasi QX9 hingga kini masih menjadi perdebatan. Ukurannya terlalu besar untuk asteroid, tapi terlalu kecil untuk disebut planet.
Beberapa astronom menyebutnya “planet minor cincin”, kategori baru yang mungkin akan diakui secara resmi oleh International Astronomical Union (IAU).

Yang lebih menarik, cincin QX9 tampaknya berputar secara miring terhadap orbit utamanya — berbeda dengan sistem cincin planet lain yang cenderung sejajar. Fenomena ini membuat para ilmuwan bertanya-tanya apakah QX9 pernah bertabrakan dengan objek besar di masa lalu, hingga terbentuk cincin akibat sisa benturan tersebut.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *